Rabu, 28 Desember 2016

BUDI DAYA LELE ORGANIK

Budidaya lele organik ini bagi peternak ikan dapat menjadi pilihan yang menguntungkan karena biaya perawatannya yang rendah ditengah semakin tingginya harga bahan-bahan yang diperlukan. Contohnya, harga pelet yang bisa mencapai Rp. 9.000/kg. Sedangkan budidaya lele organik bisa menggunakan fermentasi kotoran sapi sebagai pengganti pelet yang harganya sekitar Rp 2.300/liter. Berikut ini kita jelaskan beberapa keuntungan dan kelebihan budidaya lele organik. Budidaya ikan lele organik mempunyai kelebihan dibandingkan dengan budidaya ikan lele lainnya. Salah satu contohnya bisa meningkatkan nilai jual dan perkembangannya akan lebih cepat jika diperlalukan dengan benar. Pemberian pakan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya ikan lele organik ini. Biasanya pakan ikan berkualitas tinggi dijual dengan harga yang lumayan mahal. Namun tidak untuk pakan ikan lele ini, kamu bisa menggunakan kotoran sapi sebagai pakannya yang mempunyai harga yang tidak mahal. Cara Budidaya Ikan Lele Organik Cara budidaya ikan lele organik dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, kamu bisa memulainya dengan membuat kolam dari terpal. Kenapa kolam terpal? Karena kolam terpal ini bisa dipindah-pindah jika seweaktu-waktu lokasi untuk budidayanya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati lagi. Kolam ikan yang terbuat dari terpal sudah biasa digunakan tak hanya bagi pemula namun sebenarnya yang sudah professional juga sering menggunakannya. Untuk membuat kolam ikan lele dari terpal ini cukup mudah. Adapun caranya adalah sebagai berikut: 1. Sediakan terpal. 2. Tentukan lokasi kolam. 3. Bambu yang akan dijadikan rangka kolam. 4. Kotoran sapi yang akan dijadikan pakan. 5. Peralatan kerja seperti palu, tali, paku, gergaji dan lain sebagainya. Jika semua bahan sudah siap, kamu tinggal membuat rangka yang terbuat dari bambu yang dapat dibuat sedemikian rupa supaya bisa mendapatkan hasil kolam sesuai keinginan. Demikian penjelasan mengenai cara budidaya ikan lele organik. Semoga bermanfaat dan usaha yang akan kamu jalankan ini bisa sukses.

PAKAN LELE ORGANIK

Banyak peternak lele gulung tikar di keranakan pakan buatan pabrik yaitu pelet terus mengalami kenaikan, hingga sekarang pakan buatan tersebut melambung ke harga yang sangat tinggi hingga hampir Rp.300.000 per sak (30kg). Oleh karena itu, pengolahan bahan-bahan organik sangat di perlukan dalam budidaya lele, dalam penelitian di DINAS PERIKANAN AIR TAWAR DI SUKABUMI membuktikan bahwa rata-rata para petani lele disana sudah menggunakan bahan-bahan organik dari kotoran sapi, kambing, dan juga ampas tahu.. Ada berbagai cara dalam mengolah limbah atau kotoran sapi menjadi pakan alternatif untuk lele. Mengapa yang digunakan adalah kotoran sapi? Hal ini karena kotoran sapi lebih cepat diuraikan dan menghasilkan organisme dengan bantuan probiotik sehingga bisa digunakan sebagai pakan utama lele. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut: 1. Kumpulkan kotoran sapi yang masih lembab. 2. kotoran sapi tersebut di masukkan ke dalam drum/ ember yang ada tutupnya, 3. Campurkan larutan probiotik dan tetes tebu/gula dengan perbandingan 1 liter probiotik EM4 2 liter tetes tebu/gula dan 10 liter air sampai merata. 4. Dalam waktu 3-5 hari akan tumbuh plankton-plakton yang akan menjadi pakan utama lele. 5. Cara pemberian pakan untuk lele cukup diambil beberapa ember dari drum/ember yang berisi plankton tadi kemudian dimasukkan kedalam kolam lele dan dalam waktu kurang lebih 1,5- 5 bulan lele bisa di panen. (diolah dari deptan.go.id) budidaya lele menggunakan pakan organik akan sangat menguntungkan. hal ini sudah di buktikan di berbagai daerah yang memiliki potensi perikanan air tawar salah satunya lele. keuntungan dari budidaya lele organik adalah 1. kotoran sapi akan menjadi lebih bermanfaat dan kandang sapi pun akan terlihat bersih 2. lele yang di hasilkan akan lebih seragam karna semua lele yang ada di kolam akan mendapat semua bagian makanan tanpa harus berebut 3. pertumbuhan lele akan sangat cepat karna produksi pakan di dalam kolam akan sangat banyak dan tidak akan kehabisan makanan berupa plankton yang menjadi makanan alami sekaligus makanan favorit ikan lele sehingga lele tidak akan berhenti memakan pakan alami tersebut penghematan pakan pabrikan karna hanya membutuhkan waktu memberi pakannya 2 kali saja dalam sehari, yaitu pagi dan malam hari. 4. jika di bandingkan lele dengan yang menggunakan pelet murni dengan yang menggunakan pakan organik akan sangat jauh berbeda. antara lain yaitu, LELE YANG MENGGUNAKAN PELET -pertumbuhannya 2-3bulan, apabila akan dipercepat masa panennya maka akan membutuhkan banyak pakan yang berkualitas dan mahal, dengan begitu biaya produksinya akan semakin menguras kantong kita -daging yang di hasilkan cepat menyusut, apalagi jika tidak di beri makan secara mendadak dalam 1 hari saja -lele mudah di serang penyakit karena kebanyakan pelet itu sendiri mengandung amoniak bila di makan lele secara berlebihan -lele ringan, alias tidak berbobot. LELE YANG MENGGUNAKAN PAKAN ORGANIK -pertumbuhan lele akan seragam dan masa panennya akan lebih singkat -biaya produksinya pun jauh lebih murah karena menggunakan bahan-bahan yang murah -lele organik ini hanya membutuhkan pelet sebanyak 20kg saja per 1000 lele sampai panen, ini dikarenakan karena lele sudah mendapatkan makanan alami ynag berlimpah di dalam kolam. jika menggunakan pelet murni bisa menghabiskan sampai 50kg per 1000nya. -lele lebih berbobot. jika di bandingkan dengan ukuran yang sama maka ikan lele organik akan lebih besrat 100gram dari lele internsif dengan pelet maka tak heran sekarang banyak pembudidaya lele yang beralih ke pakan organik dari kotoran sapi. apalagi Kementrian Perikanan Dan Kelautan sudah merekomendasikan agar para petani ikan lebih kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada di sekitar agar ikan yang di hasilkan lebih berkualitas dan pendapatan para petani pun akan lebih berlipat 150%-200%. ini telah di buktikan hasilnya oleh para petani lele yang sudah memcoba dan menerapkan pakan berbasis organik ini, bahkan ada yang tidak menggunakan pelet sama sekali, hanya menggunakan pakan organik tersebut. yaitu bpk. Suherman (Sukabumi) "saya sudah lama mengolah kotoran sapi menjadi pakan organik ini untuk pakan lele-lele saya. setelah pemerintah merekomendasikan langsung saya coba. dan benar saja lele yang di hasilkan sangat anti penyakit dan berbobot, hampir tidak ada yang mati lele peliharaan saya. saya memelihara lele sebanyak 10.000 ekor dan saya panen maksimal 2 bulan dengan hasil pemanenan mencapai 1,2 ton. itu hasil yang sangat memuaskan. mengingat biaya produksi yang saya keluarkan hanya sedikit, yaitu biaya pembelian bibit Rp.150x10.000 ekor lele yaitu Rp 1.500.000 dan biaya untuk pembelian probiotik EM4 Sebanyak 20 botol dengan harga 500.000 rupiah untuk 20 botol tersebut, dan juga kotoran sapi sebanyak 1,5 ton. atau 1 truk mobil penuh dengan harga 450.000 saja dan juga biaya untuk pengangkutan dan tenaga sebanyak 200.000, dengan total biaya produksi dalam satu periode sebanyak 2.650.000,sedangkan hasil pemanenan mendapatkan Rp.19.200.000 dengan harga lele 16.000 per kilo di kalikan 1200 kg. dan hasil bersih yang saya peroleh setiap 2 bulan sekali yaitu Rp.16.550.000." dari pernyataanya tersebut sangat menguntungkan bila kita menggunakan bahan-bahan organik untuk membudi dayakan ikan lele kita. berikut foto-foto dokumentasi yang kami liput saat wawancara di kediaman bapak Suherman di Sukabumi, kami ucapkan banyak terimakasih kepada beliau karena telah membagikan ilmu nya kepada semua pembaca. semoga lebih di tingkatkan lagi rizky nya oleh yang maha kuasa.